Tuesday, November 24, 2009

My Hijjab Vs Bayaran Di atas 6 Digit

Tanya: assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Saya baru aja gabung di kafemuslimah ini. Jadi rada canggung juga klo mau curhat. I hardly trust people. tapi karna ini dasarnya adalah islam yg beneren, jadi...saya tertarik utk curhat...

Dari TK saya disekolahkan di sekolah islam, jadi udah kenalan dengan hijjab dari usia dini. Meskipun SMA di SMA negeri, tapi saya tetep pake, karena saya gak nyaman kalo keliatan betis & rambut.

Lalu, begitu kuliah dan selanjutnya mulai deh godaan untuk ngelepas hijjab buanyyaak banget. Mulai dari mau ngelamar kerja trus disuruh buka hijjabnya. Tapi setelah 3 ato 4 kali ditolak, akhirnya bisa masuk juga. Itupun ditengah lingkungan non muslim. Bos saya sendiri pun pernah nanya kemungkinan untuk buka hijjab. Tapi saya tanggepin datar.

Begitu saya makin meyakini bahwa hijjab is a must and also is a bless for us - muslimah, saya ditawarin jadi presenter di satu TV swasta, dibayar lebih dari 6 digit. Tapi saya harus buka hijjab. Saya sedih banget, tapi papa saya bilang hijjab nilainya lebih dari itu.

Next masalah laki-laki. I'm 26, single & beberapa kali dekat dengan teman laki2 dan berusaha untuk mengerti dia. Tapi 4 diantara 5 selalu meminta saya melepaskan hijjab atau paling tidak memberikan foto tanpa hijjab. For GOD's sake, I'm not an object, please be understand (itu yang saya katakan, karena saya hampir habis kesabarannya).

Saya tau bahwa ada Grand Plan dari Allah yang maha mencinta, tapi kadang habis kesabaran saya menghadapi realita dimana lingkungan memberi kesempatan lebih untuk mereka yang buka-bukaan. I want to do what I believe (in islam way) and I want to be success doing what I believe (in islam way too). Is it only a dream???

Please give me more spirit to do my activities dan kalo ada masukan untuk network media mana yg bisa saya masuki sebagai muslimah, please be kind and tell me. I'm sooo waiting for it.

Makasiyh untuk segalanya. Semoga Allah slalu memberikan yang terbaik buat mba' ade dan kafemuslimah.com

Wassalamu 'alaikum

Jawab;
Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh ayahmu, ukhti. Hijab itu nilainya jauh lebih dari enam atau sembilan digit nilai uang (bahkan mungkin lebih dari dua belas digit nilai mata uang di Zimbabye pekan lalu, hehehe.... tahu kan kasus inflasi yang tinggi banget di Zimbabye dimana pecahan dua milyar rupiah tuh sudah seperti uang receh saja bagi mereka. Tapi sekarang mah mereka baru saja melakukan pemotongan nilai mata uang alias sanering).

Jika hanya uang dan kedudukan yang kita cari dalam hidup ini, maka sampai matipun hal ini tidak akan pernah dapat kita miliki secara keseluruhan. Mereka terus ada dan bertimbun tapi kehadirannya semu. Tidak nyata. Kita tidak pernah merasa puas memilikinya dan bahkan akan terus merasa kekurangan dan belum mendapat banyak. Perasaan merasa kurang ini akan membuat kita terus mencari dan mengumpulkan tapi tetap saja rasa kurang ini hadir. Inilah ke-semu-an yang saya maksud. Karena itu, jangan pernah menjadikan harta dan kedudukan sebagai tujuan dari hidup kita di dunia ini.

Allah Ta’ala berfirman,
”Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (qs Ar Ra’du: 26)


Tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk mencari bekal guna di bawa ke akherat kelak. Disanalah kehidupan yang abadi sedang menanti. Dunia ini hanya bersifat sementara. Jadi, jangan sampai kita terlena di dalamnya. Hm. Karena sejak kecil ukhti sudah mengetahui kedudukan hijab dan sejak kecil juga telah mengikuti sekolah yang berbasis agama Islam, saya jadi yakin pengetahuan agama ukhti lebih banyak dari saya. Dengan demikian saya akan bercerita saja ya untuk menanggapi uneg-uneg ukhti. Anggap saja kita sedang ngobrol.

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang saudara saya yang meninggal dunia. Semasa hidupnya dahulu, dia memiliki harta yang amat berlimpah (rumahnya empat lantai yang amat megah dengan elevator mini di tengah ruangan; ada satu lantai yang letaknya lebih rendah dari permukaan tanah atau biasa disebut underground yang diperuntukkan khusus untuk ruang cinema dan sport lounge; dia bahkan memiliki lapangan basket, kolam renang dan tennis indoor sendiri di halaman rumahnya; mobilnya ada enam dan semuanya buil.

sumber : www.kafemuslimah.com

0 comments:

Post a Comment